SEKILAS INFO
  • 3 tahun yang lalu / Ayoo makmurkan masjid kita…
WAKTU :

WASPADAI SIFAT MENUNDA PEKERJAAN

Terbit 2 July 2019 | Oleh : admin | Kategori : Dinamika
WASPADAI SIFAT MENUNDA PEKERJAAN

Berhati-hati dan waspadailah kecenderungan untuk menunda-nunda pekerjaan! Tidak terlalu bermasalah jika anda menunda pekerjaan karena ada hal lain yang lebih urgen, namun menunda-nunda pekerjaan tanpa alasan yang jelas adalah situasi mental yang harus anda waspadai, karena menunda-nunda pekerjaan adalah bagian dari bentuk kemalasan.

Banyak orang yang terjebak dalam situasi ini, dimana mereka mendapatkan kenikmatan semu dengan menunda pekerjaannya. Padahal menunda pekerjaan sesungguhnya hanyalah upaya menggali kecelakaan bagi diri sendiri. Betapa tidak celaka, setiap hari beban pekerjaan selalu bertambah, karena kebiasaan menunda pekerjaan, maka pada saat tertentu, tumpukan pekerjaan itu akan menjadi bom waktu yang akan melemparkan seseorang pada situasi yang serba sulit.

Para penunda pekerjaan sejatinya adalah orang-orang yang telah memilih ketidak suksesan hidup sebagai takdir kehidupannya. Mungkin dengan menunda pekerjaan, ia merasa lebih enak dibandingkan mereka yang berpeluh-peluh menyambar satu pekerjaan dan meraih pekerjaan yang lain, namun kenikmatan yang ia rasakan sesungguhnya semu belaka. Dalam kesendiriannya ia akan merasa betapa hidup tidak berarti dan selalu merasa dikejar-kejar tumpukan pekerjaan yang dibuatnya sendiri, apakah itu nikmat?

Cobalah berpaling, dan perhatikan apa yang telah dimiliki oleh orang-orang yang terlihat menderita karena giat dalam bekerja? Mereka memiliki keluarga yang nampak lebih terurus, ada banyak hal yang bisa mereka capai dan rasakan setelah lelah bekerja, dan yang paling penting lagi, mereka memiliki vitalitas hidup yang tinggi. Pekerjaan memang melelahkan, tapi imbalannya selalu sepadan dan membuat hidup menjadi lebih bermakna.

Berbahaya

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan yang telah berlangsung dalam waktu cukup lama akan berubah menjadi sikap & kepribadian seseorang. Apabila telah menjadi sikap, maka kebiasaan menunda-nunda akan mendatangkan berbagai bahaya bagi pribadi bersangkutan. Jika ia seorang karyawan yang bekerja dalam sebuah tim, maka sikap suka menunda pekerjaan akan menimbulkan beban bagi anggota tim yang lain dan merusak sistem kerja.

Pada batas waktu tertentu, rekan dalam satu tim barangkali akan memberikan toleransi atas semua penundaan itu, namun jika terus saja terulang, batas kesabaran dan toleransi itu pada akhirnya akan runtuh juga dan berubah menjadi kemarahan. Pada tingkatan ini, kebiasaan menunda-nunda pekerjaan akan menjadi ancaman atau masalah bagi anggota tim sekaligus berbahaya bagi eksistensi Sang penunda pekerjaan di dalam komunitas kerjanya sendiri, karena kejengkelan dan sikap tidak suka yang ditunjukkan oleh anggota tim atas dirinya.

Secara psikologis, sikap menunda-nunda pekerjaan juga dinilai banyak pihak sebagai sikap yang tidak sehat. Bagaimana pun pekerjaan yang ditunda itu akan menjadi hantu yang selalu membayangi diri dan menguras rasa tanggungjawab, sehingga menunda pekerjaan dan bayangan tumpukan pekerjaan akibat penundaan itu akan menggerogoti batin dan kenyamanan psikologis orang yang bersangkutan. Pada gilirannya nanti, situasi ini akan memunculkan depresi dan tekanan psikologis yang akan semakin berat.

Harga diri pun bisa terancam karena sikap suka menunda pekerjaan ini, pertama ia akan tergantung dan menjadi masalah bagi orang lain dalam satu tim, sehingga orang menjadi tidak respect bahkan tidak memiliki rasa hormat sama-sekali. Kedua, jika situasinya telah seperti itu, hilanglah kepercayaan orang atas dirinya, ia akan dinilai sebagai individu yang lemah dan tidak bisa diandalkan.

Perlu segera diatasi

Jika anda atau rekan dekat anda memiliki kebiasaan menunda-nunda pekerjaan, maka perlu disadarkan sedini mungkin, bahwa sikap tersebut sungguh sangat tidak baik dan harus segera di tinggalkan. Para penunda pekerjaan sesungguhnya tahu secara persis, bahwa sikapnya itu merupakan kebiasaan buruk yang harus segera dihentikan. Namun layaknya orang kecanduan, mereka memiliki kesulitan untuk membebaskan diri dari pengaruh candu yang telah menguasai hampir semua mekanisme kontrol di dalam tubuhnya.

Oleh karena itu, penyadaran dan keterlibatan dari pihak lain akan sangat membantu upaya pembebasan seseorang dari kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Tanpa bantuan dan sikap tulus dari rekan sejawat atau kerabat dekat, upaya untuk menghilangkan belitan rasa malas dan suka menunda pekerjaan akan sulit, karena sifat masalahnya yang tidak kasat mata dan tidak berdampak langsung dalam jangka pendek kepada yang bersangkutan.

Mengapa masalah remeh-temeh ini perlu diatasi dengan segera?  Karena biasanya penyakit mental itu mudah sekali menular. Bayangkan saja, jika dalam sebuah tim kerja yang terdiri atas 10 personel yang bekerja di dalam satu ruangan,dua diantara karyawan itu memiliki sikap yang sama dalam kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Maka penularannya kepada rekan yang lain akan mudah sekali terjadi, celakanya, orang yang suka menunda pekerjaan umumnya pintar menciptakan keisengan dan keasyikan tertentu, sehingga mereka mudah sekali menularkan sikap menunda pekerjaan dan menggantikannya dengan aktifitas-aktifitasyang sama-sekali tidak produktif.

Jika masalah menunda pekerjaan ini tidak segera diatasi dan keburu menjadi budaya tidak resmi perusahaan, maka tunggulah masa kehancurannya. Listrik, AC, Computer dan fasilitas lain akan terus aktif dan memakan biaya, namun produktifitasnya nol.  Nampak sibuk di depan Computer, ternyata asyik main solitaire! (HTA)

SebelumnyaBAHAYA DI BALIK JAJANAN ANAK SesudahnyaMengatasi Strava atau Relive tidak mau tracking GPS

Berita Lainnya

0 Komentar