SEKILAS INFO
  • 3 tahun yang lalu / Ayoo makmurkan masjid kita…
WAKTU :

BAHAYA DI BALIK JAJANAN ANAK

Terbit 2 July 2019 | Oleh : admin | Kategori : Dinamika
BAHAYA DI BALIK JAJANAN ANAK

Adalah hal lumrah jika anak-anak suka membeli jajanan. Sistem sosial kita memang memberi ruang dan mewariskan aktifitas membeli jajanan ini kepada anak-anak. Sewaktu kita kecil pun orang tua di sekeliling kita selalu menyelipkan uang jajan di saku setiap kali bertemu dalam momen-momen khusus. Ayah-ibu kita juga merasa berdosa jika kita berangkat sekolah dan mereka tidak bisa memberi uang receh untuk jajan. Aktifitas jajan dengan demikian menjadi bagian yang telah lekat dalam budaya masyarakat kita.

Aktifitas jajan pada batas tertentu sesungguhnya memiliki makna edukasi bagi anak-anak terutama dalam memaknai nilai uang. Tetapi umumnya orang tua tidak cukup memiliki perhatian yang serius terkait masalah ini, umumnya uang jajan diberikan sekedar untuk jajan tanpa ada upaya untuk menjadikannya sebagai media edukasi terkait makna uang, bekerja, dan bertransaksi secara baik.

Memberi uang jajan tanpa memberi makna edukasi, sama saja dengan menceburkan anak pada pola hidup konsumtif. Anak bukan mengerti atau paham tentang makna uang, justru mereka tidak pernah bisa menghargai uang, yang mudah kita berikan setiap kali mereka merengek memintanya.

Disamping hal-hal yang substansial diatas, aktifitas jajan anak-anak juga patut kita waspadai terutama terkait mutu jajanan yang mereka beli dan kemudian mereka konsumsi. Apakah kita sebagai orang tua sudah cukup selektif dalam memilihkan jajanan bagi anak-anak? Atau, sudahkah kita memberi peringatan dini kepada anak-anak terkait beberapa produk jajanan yang beredar di pasaran yang di dalamnya mengandung unsur-unsur yang berbahaya.

Ada Bahaya yang Mengintai

Jika hal-hal tersebut belum kita sadari, ada baiknya kita simak data-data berikut ini, dimana ada banyak bahaya yang bisa muncul dari jajanan anak-anak.

Pertama, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini melansir data tentang adanya zat-zat berbahaya di dalam Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Menurutnya ada 40 hingga 45 persen Pangan Jajanan Anak Sekolah yang mengandung zat berbahaya. Menurut Ibu Kustantinah, Kepala BPOM, angka tersebut masuk kategori mengkhawatirkan.

Bahan kimia berbahaya yang terdapat dalam jajanan anak-anak itu berupa: Bahan pengawet, bahan pewarna, dan penyedap rasa. Sementara itu dari proses pembuatannya, jajanan anak bisa menimbulkan ancaman kesehatan bagi anak karena kebersihan yang tidak standar dan bahan-bahan yang tidak teruji kelayakannya.

Kedua, Berdasarkan riset pemantauan yang dilakukan oleh BPOM bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional dan Institut Pertanian Bogor (IPB), terhadap Kantin Sekolah, diketemukan data yang cukup mengagetkan. Dimana dari 178.240 sekolah yang di survey, hanya ada 0,9 persen kantin yang masuk kategori sehat. Berarti angka selebihnya adalah tidak sehat.

Angka ini tentu saja sangat mencengangkan dan mengundang rasa was-was. Orang tua yang biasa memberi bekal berupa uang patut mengkaji ulang kebiasaan itu. Mungkin sebaiknya kita mulai berpikir untuk membekali jajanan anak berupa makanan jadi yang telah kita yakini keamanannya.

Apa saja zat kimia berbahaya yang sering terdapat di dalam makanan atau jajanan anak-anak?  Berikut ini sejumlah nama zat-zat kimia yang perlu kita kenali:

  1. Siklamat (pemanis buatan)
    • Makanan dalam bentuk kue sering menggunakan zat ini
  2. Sakarin (pemanis buatan)
    • Abang penjual es campur, cendol, es lilin, dan lain-lain biasanya menggunakan zat ini untuk memaniskan dagangannya.
  3. Nitrosamin (aroma buatan)
    • Biasanya dipakai dalam jajanan yang terbuat dari daging, semacam sosis dan dendeng
  4. Rhodamin B (pewarna)
    • Zat warna ini sesungguhnya diperuntukkan untuk produk tekstil dan kertas, namun beberapa makanan tradisional menggunakan pewarna ini agar lebih nampak menarik
  5. Metanil Yellow (pewarna)
    • Kategorinya sudah seperti cat, tapi ada produsen makanan yang menggunakan zat ini
  6. MSG (penyedap rasa)
    • Jajanan anak berupa snack kemasan pada umumnya menggunakan zat ini, hingga rasanya terasa lebih gurih dan membuat anak-anak suka
  7. Formalin (pengawet non makanan)
  8. Boraks (Pengawet non makanan & mengandung pestisida)
  9. Natamysin (pengawet)
  10. BHA (Butil Hidroksi Anisol)
  11. Kalium asetat

Ini lah beberapa zat kimiawi yang terkandung di dalam jajanan yang dikonsumsi anak-anak. Anda bisa bayangkan bagaimana pewarna tekstil masuk ke perut anak-anak kita? Oleh karenanya, waspadai informasi kandungan bahan produk jajanan yang akan anda beli, ada nggak zat-zat berbahaya itu.

Masalahnya tidak semua produsen mencantumkan zat-zat kimia di kemasan jajanan tersebut. Malah banyak yang terkesan menutupinya. Jika ini masalahnya, maka langkah yang paling aman adalah buatkan sendiri jajanan anak-anak kita.

Dampak

Zat kimia yang terkandung di dalam jajanan itu sudah barang tentu memiliki dampak kesehatan yang serius bagi anak-anak. Ada yang ringan dan bersifat spontan, misalnya anak-anak mengalami mual dan muntah setelah mengkonsumsinya. Jika ini terjadi, justru bisa menjadi peringatan dini untuk tidak meng konsumsi jajan itu lagi sehingga dampak yang lebi serius dapat kita cegah.

Yang berbahaya justru yang efeknya tidak spontan. Anak akan mengalami gangguan kesehatan serius dalam jangka panjang. Pewarna tekstil dan boraks adalah termasuk yang memiliki efek jangka panjang. Anak bisa terancam terganggu sistem pencernaan, fungsi hati, ginjal dan otak. Yang paling serius, zat-zat itu bisa memicu timbulnya serangan kanker pada jangka waktu yang lama.

Nah, sebaiknya kita waspada. Pepatah lama mengingatkan kita bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka mari kita biasakan anak-anak kita untuk peduli makanan sehat dan jajan secara bertanggungjawab. (HTA)

*Artikel pernah dimuat di Majalah Suara Guru edisi Juni 2014

SebelumnyaSekilas Info Masjid At Tammimah SesudahnyaWASPADAI SIFAT MENUNDA PEKERJAAN

Berita Lainnya

0 Komentar